Listen


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com
Saturday, May 12, 2012 0 comments

Do I Miss You?

When I'm awake

Never sleep
never late
it's you,
the breath that I take

When I'm sleeping

Never sleep
never late
you,
my dream-world, my imagination

When I'm writting

Never sleep
never late,
you,
my inspiration

When I'm dreaming

it's too late to wake

I see you
but I know you're not there

I see you in my mind
Touching
and feeling you

I'm afraid to open my eyes
because you'll fade away

Please...
Don't go.

Something missing
when you're not there

Something missing tonight
when you're not standing
in front of me.

0 comments

Jam

Derap jarum detik
tiada henti
lebih dari kata
aku merindukanmu

Derapan detik
lebih cepat
dari setiap tarikan napasku
yang menghembuskan namamu

Lengan jarum jam
tak pernah lelah

adakah cinta semacam itu?

tanpa keluh dan kesah?

Jarum detik
tak pernah karat
layaknya hatiku
yang selalu menunggu

Menunggu hingga cinta itu datang
menunggu kamu, kamu dan kamu...
datang

Namun tak kunjung datang

Aku rapuh!
Tak seperti jam dinding itu
plastik kokoh yang tegas

Derap detik menyiksa
bak sayatan pisau di hatiku
membuatku gelisah
menunggu jawaban pertanyaanku

Apa itu kau?
Benarkah itu kau?
Mengapa hatiku gelisah?

Detik bergulir lagi
mengingatkan diriku
akan kenangan kita bersama

yang  hambar.

Aku lelah mendengar detik.

Tuesday, May 1, 2012 0 comments

Mengejar HadirMu

"Dekat padaMu, itu rinduku..."

Itu cuplikan lirik lagu Mengejar HadirMu, bukan sekedar lagu rohani yang ngangkat banget untuk Worship, lebih dari itu, lagu ini punya cerita sendiri, bagaimana dan mengapa lagu ini bisa menjadi lagu favorit gue.

Kelas 8 SMP adalah pertama kali gue mendengar dan menyanyikan lagu ini. Saat ibadah kaum muda di GOB. FYI pada masa kelas 8 itu hidup gue lagi berantakan banget; keluarga gue lagi ada masalah dan ribut terus, gue juga gak pernah damai sama adek gue, belum lagi gue masih ababil dan egois banget. Saat gue merasa tertekan gue pasti lampiasin semuanya di sekolah, gue berusaha mencari kebahagiaan di antara temen-temen gue, entah itu sekedar ngobrol-ngobrol atau hang out saat malam minggu ke PIM. Gue berusaha memperbanyak kegiatan di luar rumah, pokoknya gue gak ketemu mereka-mereka lagi deh. Sampai suatu kesempatan gue memutuskan gak hang out sama temen-temen gue. Gue pergi ke Gereja pada hari Sabtu itu.

Singkat cerita ibadah dimulai, musik worship mulai dilantunkan. Gue selalu menutup mata, gak peduli apa yang akan terjadi di sekitar gue dan apa yang akan terjadi sama gue, pokoknya gue mau fokus sama Tuhan aja. Gue naikin doa-doa gue pada Tuhan, apa pun itu semuanya gue ceritain dan gue bilang sama Tuhan, "Tuhan jangan tinggalin aku." Memikirkan masalah-masalah yang lagi gue hadapi membuat gue merasa tertekan banget. Musik intro selesai, nyanyian mulai dilantukan. Dengan lembut sang worship leader melantukan kalimat pertama "Dekat padaMu, itu rinduku..." Saat telinga gue mendengar lagu itu, jantung gue mulai berdebar-debar, nancep banget, disusul kalimat ke-dua, "Setiap kataku, Kau pun menunggu..". Lirik lagu itu sangat menyentuh hati gue, dan mengingatkan gue betapa Tuhan itu baik dan Ia gak pernah ninggalin gue, dan dari lubuk hati gue yang paling dalam gue berseru ingin selalu dekat dengan Dia. Sampai lagu itu habis, air mata gue juga habis. Waktu pulang gereja, gue lupa semua liriknya, tapi gue selalu inget kalimat pertama lirik itu, "Dekat padaMu, itu rinduku."

Gue ingin selalu rindu dekat dengan Tuhan. Sejak mendengar lagu itu, gue mulai rajin ke ibadah kaum muda. Hubungan gue sama Tuhan semakin membaik, gue mulai suka baca Alkitab, gue selalu semangat ikut ibadah bina iman, ibadah hari minggu pun gue juga semangat. Dan saat gue ingin dekat dengan Tuhan gue merasakan betapa Tuhan juga selalu ingin dekat sama gue, merangkul gue, memberkati gue, memulihkan keadaan gue. Hidup gue dipulihkan, gue bisa merasakan janji-janji Tuhan nyata atas gue, gue semakin diangkat naik; gue dipercaya ikut lomba ini dan itu, gue jadi juara kelas, nilai gue selalu di atas 80 bahkan nilai matematika gue gak pernah kurang dari 90, ajaib banget deh Tuhan!
 Di kaum muda itu, gue juga ditawarin untuk pelayanan main keyboard tapi gue masih belum mau, masih malu-malu dan masih merasa amatiran, tetapi gue janji suatu hari nanti gue pasti melayani di mimbar itu. Benar-benar suatu kehormatan bagi gue melayani Tuhan dengan talenta yang gue miliki.
Tapi emang dasar ababil, setelah nerima semuanya, gue jauh lagi dari Tuhan. Hari Sabtu gue mulai lagi pergi hang out ngambur-ngamburin duit. Gue mulai jarang ke ibadah kaum muda, sebelumnya rajin setiap minggu gue datang ibadah, lama-lama frekuensinya berkurang jadi 2 minggu sekali, 1 bulan sekalin, 2 bulan sekali sampai akhirnya gak dateng sama sekali selama 3 tahun.

Lalu apa yang terjadi dengan diri gue? Ke mana aja gue?

Gue gak ke mana-mana. Gue cuma stay di rumah aja,yah.. kadang-kadang hang out ke mall.

Kehidupan gue? Tetap baik. Hubungan gue sama Tuhan tetap dekat. Iman gue bertumbuh dengan baik, semakin dewasa rohani. Setiap ibadah hari minggu gue selalu menerima khotbah yang luar biasa, banyak banget mujizat yang udah Tuhan nyatain buat gue. Gue merasa berterima kasih sama Tuhan, sehingga ada tumbuh kerinduan dalam diri gue untuk melayani Tuhan.

Suatu hari gue lagi belajar pagi-pagi buta, jam 4, nyokap biasa menyetel siaran radio rohani, tiba-tiba lagu Mengejar HadirMu berkumandang dengan indahnya. Gue dengerin aja dengan seksama, ingatan gue akan masa pertama kali gue dengerin itu lagu pun bangkit. Ada dorongan dalam hati gue yang meminta gue kembali ke gereja, tapi pikiran gue menolak, gue terlalu sibuk untuk ke gereja hari Sabtu malam.

Lewat beberapa waktu, entahlah beberapa bulan mungkin, gue lagi dengerin playlist di HP, gue lagi dengerin musik Rock (ehm.. tepatnya Emo), karena gue shuffle tiba-tiba lagu Mengejar HadirMu muncul begitu aja. Gue kaget, sekaligus tersentuh gue diingatkan kembali dan gue merasa terpanggil untuk datang ke ibadah kaum muda. Gue bertanya pada diri Tuhan, "Tuhan, emangnya ibadah umum hari minggu aja gak cukup ya?". Gak ada jawaban dari Tuhan, karena yang tahu jawaban itu.... yah diri gue sendiri. Dan gue merasa.... ibadah umum aja udah cukup kok.

Waktu terus berjalan. Kerinduan gue ingin melayani Tuhan terasa semakin menggebu-gebu saat gue udah kelas XI SMA. Dan gue ngomong terus terang sama Tuhan, "Tuhan aku pengen banget melayaniMu, kasih aku kesempatan dong".

Suatu hari, setelah pulang ibadah hari minggu gue didatengin sama kakak-kakak choir, dia nawarin gue bergabung, gue excited banget apa lagi choirnya anak-anak muda semua, dan kita bebas mengekspresikan nyanyian sambil melompat dan bernyanyi, gue nerima tawaran itu, kakak itu minta nomor hp gue dan ngingetin gue agar datang pada saat hari Sabtu. Tetapi tepat pada hari yang dinanti, gue gak dateng karena tempatnya jauh banget di BSD, dan gue udah males aja pergi jauh-jauh begitu.

Tuhan gak ingkar janji dan Tuhan gak pernah memaksa, Tuhan nawarin lagi kesempatan untuk bergabung di Boanerges Orchestra untuk pelayanan hari natal Tiberias. Wow, suatu kehormatan yang luar biasa banget dan menarik banget! Tuhan udah ngasih gue talenta bermain Clarinet. Gue pun ngomong sama Tuhan, "Tuhan, untuk yang satu ini aku sungguh-sungguh, aku gak mau main-main dan gak mau ingkar janji. Apa pun yang terjadi aku mau coba!". Sebelum bergabung gue harus melewati sebuah audisi di Senayan City. Luar biasa bukan main perjuangan gue untuk ikut audisi ini. Karena belum punya Clarinet, gue minjem Clarinet sekolah, belum lagi minta izin untuk pulang lebih cepat, belum lagi gue harus pergi ke Senayan pake bus, udah gitu gue harus bersabar di jalan selama 3 jam! Luar biasa, gue merasa semakin tertantang untuk nunjukin sama Tuhan kalau gue emang sungguh-sungguh mau melayani Dia.
Singkat cerita, setelah audisi, gue dinyatakan....

Tidak diterima.

Apa gue kecewa?
Enggak sama sekali :)

Karena pada akhirnya gue juga sadar, bukan itu yang Tuhan maksud.

Akhirnya Tuhan nunjukin satu pelayanan lagi, yang masih gue pegang sampai sekarang.

Suatu hari gue lagi jalan-jalan naik motor hari Sabtu di Pamulang, gue melihat teman gereja gue naik motor juga dan gue tahu persis kemana dia mau pergi. Dan gue diingatkan akan janji gue, kalau suatu hari nanti gue akan melayani di mimbar itu.

Menjadi keyboardis di ibadah kaum muda. Awalnya gue merasa gak enak karena udah 3 tahun gak muncul dan tiba-tiba muncul begitu aja, tapi gue yakinin diri gue, kalau gak ada hal yang perlu gue takutin. Gue ngomong aja sama Tuhan, cepet atau lambat Tuhan pasti nempatin gue di mimbar itu. Dan benar saja, setelah sebulan bergabung kembali, seorang teman pelayanan nawarin gue untuk main di keyboard di ibadah kaum muda. Haleluya... Gue seneng banget! Akhirnya Tuhan mempercayakan pelayanan itu untuk gue. Dan sampai hari ini, gue masih melayani di sana. Suka dan duka udah gue rasain selama 1 tahun, melayani Tuhan tuh luar biasa banget deh! Semenjak bergabung kembali di ibadah kaum muda, hubungan gue sama Tuhan bukan cuma dekat, tapi melekat. :)
Di sna gue bertemu orang-orang yang luar biasa, mengalami pengalaman-pengalaman baru yang seru dan semua itu semakin membentuk kepribadian gue.

Gue bersyukur Tuhan udah manggil gue dengan sedemikian rupa. Hanya melalui sebuah lagu, Tuhan mampu mengubah hidup gue dari yang biasa menjadi luar biasa! Thanks God.
Sunday, April 22, 2012 0 comments

Balada: Isi Hati Murid Kristus

Tersirat
penuh isyarat

Tersirat
penuh bimbang

Tak mungkin aku pergi
tak mungkin

Hal itu
tak lantas membuatku mundur

Ku tahu Dia perisaiku

Pedang yang membawaku maju
terus...

Bukan karena usahaku
namun karena Ia tinggal di dalamku

Aku mampu

Aku bisa

Aku bertahan

tak ada kuasa
mampu melumpuhkan kakiku
mematah semangatku

Karena Ia penopangku.

Aku datang untuk suatu perubahan
aku datang atas namaNya

tak ada gangguan
tak ada rintangan
tak ada batu sandungan
mampu melemahkan aku

Karena Ia sumber kuatku.

Dulu aku meminta padaNya
Dulu aku meminta pelayanan kepadaNya

Sekarang Ia telah memberi itu kepadaku
Ia memberiku kehormatan untuk melayani

Bukan karena kemahiranku
bukan karena jari-jariku
bukan karena ketaatanku
bukan karena imanku
bukan karena kebaikanku
bukan karena hatiku

Namun...

Karena Ia
Karena Tuhan
Karena Tuhan Yesus Kristus
Karena Roh Kudus
Karena kasih karuniaNya
Karena anugerahNya

aku datang melayani
aku layak melayani
aku layak menerima berkat
aku layak menerima kasih karunia

Karena Kristus
aku ada
aku datang


Bukan karena keinginan manusia
bahkan bukan karena keinginanku lagi

namun karena kemurahanNya
aku bisa melayani.

Pelayananku adalah kasih karunia dari Kristus.

Tak ada yang mampu menghalangi kasih karuniaNya

Tak ada yang mampu menjatuhkanku
Tak ada yang mampu menghalangi pelayananku

Saat aku merasa tidak layak.
Pada saat itulah
Kasih karunia Yesus
berlimpah-limpah atasku.
0 comments

Di Saat Genting

Untuk Sahabat Rohaniku,

aku merasa beruntung dan bahagia punya banyak sahabat. Namun punya seorang sahabat sepertimu adalah anugerah yang Tuhan berikan bagiku. Kamu mengerti banyak hal tentang diriku. Banyak hal yang telah aku ceritakan kepadamu, kau tahu? Bahkan sahabat-sahabat lamaku saja tidak pernah tahu tentang hal ini. Belum ada yang bisa memahamiku. Belum ada yang bisa aku percaya. Namun ada kamu. Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah mau meluangkan waktu untuk membaca celotehanku lewat pesan singkat. Aku merasa nyaman bisa mengungkapkan segala isi hatiku; yang penuh lika-liku, penuh kebimbangan dan penuh elegi, kepada dirimu. Tak hanya itu, aku senang ternyata kamu bisa memberi jalan keluar dan masukan yang baik dan tepat untuk masalahku. Lebih dari itu, aku sangat bersyukur kepada Tuhan, karena telah memberiku sahabat Rohani yang selalu mendukungku bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Terima kasih karena telah mengingatkanku banyak hal. :D

Salam Sahabat Rohani.
Wednesday, April 4, 2012 0 comments

Teman (??)

Kadang mereka tidak bisa disebut teman
atau mereka memang bukan teman (??)
0 comments

(Tidak) Cinta

Oksigen bagi darahku
membakar semangat
membara hati

Hati direkat kenangan
balada rasa sayang
tak terucap kata

Namun cinta tak bertuan

Terlepas ikatan erat
balada ternodai
tangis penyesalan

Sajak-sajak elegi

Kidung duka
kala rindu rasa
itu telah pergi


 
;