Aku suci, suci suci
Bukan karena perbuatanku
melaikan kasih karuniaMu
Aku kudus, kudus, kudus
Bukan karena persembahanku
melainkan korban darahMu
Hidupku tidak berubah
melaikan telah ditukar
hidup yang lebih baik
akulah satu
dari anak-anak Terang
aku tinggal dalam Terang
dan Terang di dalamku
Kegelapan
tak 'kan pernah menyeretku lagi
karena Terang
tinggal di dalamku
Suci, suci, suci
Berbahagialah kamu
yang tak mendengar
namun percaya
Kudus, kudus, kudus
Berbahagialah kamu
yang menyadari
siapa jati dirimu
siapakah kamu?
siapakah aku?
Kita adalah
anak-anak Terang
Listen
Aku lemah
Tungkaiku lelah, telapak kakiku letih, tanganku gemetar, mataku sayu
sudah separuh bumi ku jelajahi
tetapi belum ku temukan sesuatu yang ku cari
Aku lapar, aku haus
perut menderu, tenggorokku kering
dahaga kian menyiksa jasmaniku
tetapi belum ku temukan sesuatu yang ku cari
Kesempurnaan
adalah sesuatu
bukan makhluk,
tak berwujud
Aku bodoh
terus mengejar kesempurnaan
Ia menjerat
menarikku dalam bayang kelam
Ia tidak nyata!
Tak ada kesempurnaan di dunia ini!
Karena kesempurnaan berarti satu
satu adalah Ia yang empunya
kesempurnaan
Sempurna adalah Tuhan
Tungkaiku lelah, telapak kakiku letih, tanganku gemetar, mataku sayu
sudah separuh bumi ku jelajahi
tetapi belum ku temukan sesuatu yang ku cari
Aku lapar, aku haus
perut menderu, tenggorokku kering
dahaga kian menyiksa jasmaniku
tetapi belum ku temukan sesuatu yang ku cari
Kesempurnaan
adalah sesuatu
bukan makhluk,
tak berwujud
Aku bodoh
terus mengejar kesempurnaan
Ia menjerat
menarikku dalam bayang kelam
Ia tidak nyata!
Tak ada kesempurnaan di dunia ini!
Karena kesempurnaan berarti satu
satu adalah Ia yang empunya
kesempurnaan
Sempurna adalah Tuhan
Dalam terjaga
mimpi kan berakhir
dalam terlelap
mimpi mungkin tak kembali
Dalam terjaga
impian bertumbuh
dalam terlelap
impian merajut mimpi
Pipi merona
aku malu,
tak berani menatap
mata sang mentari
cahayanya panas
membakar arteri
Embun merengkuh wajahku
tangannya dingin
angin membisik mesra
cobalah...
beranilah menatapnya
Sekali lagi ku coba
ku tatap
tapi
aku malu!
mimpi kan berakhir
dalam terlelap
mimpi mungkin tak kembali
Dalam terjaga
impian bertumbuh
dalam terlelap
impian merajut mimpi
Pipi merona
aku malu,
tak berani menatap
mata sang mentari
cahayanya panas
membakar arteri
Embun merengkuh wajahku
tangannya dingin
angin membisik mesra
cobalah...
beranilah menatapnya
Sekali lagi ku coba
ku tatap
tapi
aku malu!
manusia,
Kreativitas bisa mati,
inspirasi bisa kering,
potensinya kan terkubur
di dalam tanah
bersama tulang belulangnya
Tuhan,
Kreativitas tak bisa dimengerti,
Ia-lah sumber inspirasi
Ia-lah yang menganugrahi potensi
Ia-lah A dan Z
yang awal dan akhir,
tetapi tak pernah berakhir
kuasa dan keagunganNya
TanganNya luar biasa terampil
Ia seniman hebat
karyaNya dikenal dunia
dipuja dan dikagumi
Wahai,
Sang pengrajin artistik
Maukah Kau
melukis sepotret senja
di awan-awan kelabu ini,
untuk ku?
Hatiku rindu
pita jingga, nila, toska
menghiasi kaki langit
Kreativitas bisa mati,
inspirasi bisa kering,
potensinya kan terkubur
di dalam tanah
bersama tulang belulangnya
Tuhan,
Kreativitas tak bisa dimengerti,
Ia-lah sumber inspirasi
Ia-lah yang menganugrahi potensi
Ia-lah A dan Z
yang awal dan akhir,
tetapi tak pernah berakhir
kuasa dan keagunganNya
TanganNya luar biasa terampil
Ia seniman hebat
karyaNya dikenal dunia
dipuja dan dikagumi
Wahai,
Sang pengrajin artistik
Maukah Kau
melukis sepotret senja
di awan-awan kelabu ini,
untuk ku?
Hatiku rindu
pita jingga, nila, toska
menghiasi kaki langit
:D
Tertawa dalam tangis
tersenyum dikala perih
Sukacita menggelora
bak ombak menghempas
karang kepahitan
Hatiku riang
girang tiada ujung
bukan karena kuat
bukan karena hebatku
bukan karena teori sugesti
bukan karena hidupku
karena hidupku digenangi
asam-asin air mata
Tetapi
karena kuasa tanganNya
mengikat pilu
mengangkat tangis
menghapus air mata
Ia ubah segalanya menjadi sukacita
entah kenapa
semua terasa berbeda
ringan, tiada beban
hanya sukacita,
senyuman
dan ketegaran
:)
Tertawa dalam tangis
tersenyum dikala perih
Sukacita menggelora
bak ombak menghempas
karang kepahitan
Hatiku riang
girang tiada ujung
bukan karena kuat
bukan karena hebatku
bukan karena teori sugesti
bukan karena hidupku
karena hidupku digenangi
asam-asin air mata
Tetapi
karena kuasa tanganNya
mengikat pilu
mengangkat tangis
menghapus air mata
Ia ubah segalanya menjadi sukacita
entah kenapa
semua terasa berbeda
ringan, tiada beban
hanya sukacita,
senyuman
dan ketegaran
:)
Dalam rupiah:
Ada garuda
di balik
500 rupiah
Dalam dunia:
ada kekecewaan
di balik
pengharapan
Dalam Kristus:
ada kepastian
di balik
janji
Dalam cinta:
ada pengorbanan
di balik
pilihan
Dalam persahabatan:
ada amarah
di balik
tawa
di balik
kesedihan
di balik
senyuman
di balik
kebencian
di balik
keterbukaan
di balik
penghianatan
di balik
kesetiaan
di balik
pengorbanan
di balik
keegoisan
di balik
impian
di balik
realita
di balik
harapan
di balik
kesempatan.
Dalam persahabatan selalu ada kejutan
Ada garuda
di balik
500 rupiah
Dalam dunia:
ada kekecewaan
di balik
pengharapan
Dalam Kristus:
ada kepastian
di balik
janji
Dalam cinta:
ada pengorbanan
di balik
pilihan
Dalam persahabatan:
ada amarah
di balik
tawa
di balik
kesedihan
di balik
senyuman
di balik
kebencian
di balik
keterbukaan
di balik
penghianatan
di balik
kesetiaan
di balik
pengorbanan
di balik
keegoisan
di balik
impian
di balik
realita
di balik
harapan
di balik
kesempatan.
Dalam persahabatan selalu ada kejutan
Aku
Berdiri sendiri
di tengah terpaan angin
guyuran hujan
dingin
gelap
Aku sedang menunggumu
Tanganku memegang lilin
pengharapan menyala
benderang
melawan kegelapan
Kita,
berdiri sendirian
dalam gelap
tanpa pegangan
Ini,
lilin kecil untukmu
masih ku pegang
erat
tak peduli
panas lilin cair
menyengat tanganku
akan ku jaga cahaya ini
jangan sampai terang ini redup
Ini,
aku
seperti orang bodoh
menunggu dirimu
melirikku,
menyadari kehadiranku
membawa cahaya untukmu
Tak bisakah kau
melihat diriku?
Tak inginkah kau
menikmati cahaya
hidup dalam terang
bersamaku?
Memang salahku
tak memanggilmu
tak mengajakmu
berdiri bersamaku
di dalam terang
Itu
titik cahaya kecil
di ujung sana
Kau mulai melangkah
menuju cahaya kecil itu
entah dari mana asalnya
Aku di sini!
tapi aku tak mampu memanggilmu
Kemarilah!
tapi..
kau sudah pergi menjauh
terus melangkah
Kakiku terpaku
tanganku tak mampu menjangkaumu
tetapi kau sudah pergi ke dalam gelap
Aku,
berdiri sendiri
tanganku memegang lilin
cahayanya kemilau
hangatkan tubuhku
Tapi
aku tidak membutuhkannya lagi
Lebih baik aku kedinginan
dari pada
menikmati cahaya
sendirian
"Fuuuh"
Ku tiup lilin itu
biarlah kegelapan
membungkus tubuhku
Berdiri sendiri
di tengah terpaan angin
guyuran hujan
dingin
gelap
Aku sedang menunggumu
Tanganku memegang lilin
pengharapan menyala
benderang
melawan kegelapan
Kita,
berdiri sendirian
dalam gelap
tanpa pegangan
Ini,
lilin kecil untukmu
masih ku pegang
erat
tak peduli
panas lilin cair
menyengat tanganku
akan ku jaga cahaya ini
jangan sampai terang ini redup
Ini,
aku
seperti orang bodoh
menunggu dirimu
melirikku,
menyadari kehadiranku
membawa cahaya untukmu
Tak bisakah kau
melihat diriku?
Tak inginkah kau
menikmati cahaya
hidup dalam terang
bersamaku?
Memang salahku
tak memanggilmu
tak mengajakmu
berdiri bersamaku
di dalam terang
Itu
titik cahaya kecil
di ujung sana
Kau mulai melangkah
menuju cahaya kecil itu
entah dari mana asalnya
Aku di sini!
tapi aku tak mampu memanggilmu
Kemarilah!
tapi..
kau sudah pergi menjauh
terus melangkah
Kakiku terpaku
tanganku tak mampu menjangkaumu
tetapi kau sudah pergi ke dalam gelap
Aku,
berdiri sendiri
tanganku memegang lilin
cahayanya kemilau
hangatkan tubuhku
Tapi
aku tidak membutuhkannya lagi
Lebih baik aku kedinginan
dari pada
menikmati cahaya
sendirian
"Fuuuh"
Ku tiup lilin itu
biarlah kegelapan
membungkus tubuhku
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact